Pages

Selasa, 27 Agustus 2013

BUDAYA AWAL MANUSIA

Marilah kita buka sebuah pernyataan, bahwa nabi Adam as pernah berada di surga, dan tidaklah surga itu hanya terdiri dari kawasan rindang dan bersungai saja, apakah surga tidak ada lapangan/stadion seperti stadion sepakbola, taman bermain seperti waltdisney atau sebagainya, bahkan surga sebenarnya memiliki isi yang dikatakan lebih dari apa yang dapat diakali/dipikirkan manusia, dalam riwayat nabi Adam as pula dijelaskan bahwa auratnya terbuka setelah memakan buah quldi yang berarti nabi Adam as telah mengenal pakaian sebelumnya, dan menempati istana, literatur mengatakan tempat tinggal di surga digambarkan sebagai istana dari emas, ini menjelaskan nabi Adam as pun sebelum turun kedunia mengenal pakaian dan tempat tinggal yang sangat layak, bisa diartikan saat berada di bumi, Manusia pertama telah memiliki peradaban atau pengetahuan tentang pakaian dan perumahan layak huni, tidak lah mereka akan menetap di sebuah lembah yang subur, mungkin kelak gua-gua adalah tempat pelarian dan persembunyian saja. juga dijelaskan bahwa peradaban pertama telah mengenal pertanian dan peternakan.
Abdullah bin Muhammad bercerita kepada kami bahwa, Abdur-Razaq bercerita kepada kami dari Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurayrah r.a, dari Rasulullah SAW bersabda: "Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta" (H.R Bukhari, 8:246).
Dari Abu Hurairah ra. dati Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan Adam, tingginya 60 hasta”. Kemudian Allah berfirman : “Pergilah, berilah salam kepada malaikat itu, dan dengarkan penghormatan keturunanmu”. Adam berkata : “Assalamu’alaikum (Semoga kesejahteraan tetap atasmu)”. Mereka menjawab : “Assalamu’alaika wa rahmatullah ( Semoga kesejahteraan dan Rahmat Allah atasmu) . Mereka menambah wa rahmatullah (dan rahmat Allah). Setiap orang yang masuk surga atas bentuk Adam. Penciptaan itu senantiasa berkurang hingga sekarang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
60 hasta = 2700 cm atau 27 meter
Dari hadist ini ada gambaran jelas bahwa manusia di masa peradaban pertama, memiliki postur tubuh yang tinggi, bila diperbandingkan dengan manusia modern sekarang ini, hal tersebut tentu juga menjadi gambaran tentang kekuatan jasmani/fisik manusia peradaban pertama ini lebih besar berlipat-lipat berbanding manusia modern, mungkin perbandingannya adalah penyesuaian perbandingan tinggi dari antara kedua jenis peradaban manusia dan apakah ini adalah hal yang disengaja oleh penciptaNya berhubungan dengan keadaan bumi pada waktu peradaban ini berada masih banyak dihuni oleh binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berbadan besar, hal ini perlu di lihat lagi dari artefak-artefak peninggalan mereka, apakah beberapa kali lipat besarnya dari seharusnya besaran benda yang dimiliki dan dipakai manusia sekarang.
Umat Islam di jaman sekarang sendiri mempunyai kepercayaan bahwa di jaman periode nabi-nabi yang datang silih berganti hingga mencapai ratusan orang tersebut, diturunkan ke bumi dengan maksud membawa risalah keagamaan dari Allah SWT, yang tentu saja dilengkapi kepada mereka oleh Allah SWT berupa pengajaran terhadap pengatahuan, ilmu, ajaran dan teknologi yang khusus dan sesuai untuk digunakan pada kaum-kaum yang mereka diutus, di samping itu pula di jaman tersebut, mereka di beri pula banyak kemampuan spritual, mukzizat dan karomah, bahkan orang-orang sholeh pengikut mereka pun ada yang diberi/memiliki kemampuan supernatural tersebut. Ambil contoh nabi Sulaiman as yang memiliki pasukan Jin yang dapat memindahkan bangunan besar dari sebuah peradaban dalam sekejab mata, nabi Musa as yang dapat membelah laut dengan seijinNya, yang ilmuan sekarang membuktikan dengan saint, teori mereka yang bisa menjelaskan kejadian tersebut berdasarkan saint. Selain itu nabi-nabi ini juga membawa beberapa pengetahuan dasar dan teknik dasar dari pertanian, peternakan, ilmu bangunan, astronomi, dsb. yang semuanya bisa dikatakan menjadi cikal bakal ilmu modern.
Terpikir oleh kita mengapa hal itu terjadi, mengapa ada beberapa bagian bidang teknologinya yang sangat canggih, kadang dalam hal-hal tertentu secanggih teknologi sekarang, mungkin jawaban terbaik adalah kita dibuat terbengong-bengong dengan kemampuan tersebut, yang padahal kita tidak terpikirkan bahwa manusia dalam peradaban nabi terakhir ini hampir keseluruhan banyaknya mukzizat supernatural dihilangkan dari mereka termasuk juga penurunan drastis tinggi tubuh dan pelemahan jasmani yang kemudian digantikan atau diberikan kepada mereka lebih banyak keluasan cara menggunakan akal dan pikiran, jadi disaat manusia-manusia peradaban sebelumnya menggunakan banyak mukzizat dan karomah dari manusia-manusia pilihan di bangsanya, manusia peradaban sekarang ini disuruh untuk lebih menggunakan kemampuan mereka melalui perkembangan akal dan pikiran, ini pula yang dilupakan banyak orang dan ilmuan hingga terkagum-kagumlah mereka dengan pencapaian peradaban lalu tersebut, walau sebenarnya para ilmuan sekarang tidak heran dengan hasil capaian seperti tersebut yang sekiranya mereka mampu. Hanya saja adalah keingintauan tentang “Kok bisa seperti itu?”.
Manusia modern sekarang butuh banyak tahun buat melakukan kemampuan-kemampuan tersebut seiring perkembangan akal pikiran dan teknologi mereka, sedang manusia peradaban lalu hanya butuh beberapa Superman dengan bawaan kemampuannya yang supernatural. Bila manusia modern berpikir dengan akalnya (karena mereka diberi kemampuan untuk lebih menggunakan akal dan pikiran lebih luas dengan mengurangi pemberian yang bersifat supernatural) seharusnya manusia peradaban lalu tidak akan bisa mencapai lingkup kecanggihan tertentu itu, dan itu benar jika saja peradaban lalu juga diharusnya melakukan dengan cara melalui perkembangan akal dan pikiran mereka tanpa adanya kekuatan pendukung banyaknya kekuatan supernatural, karomah dan mukzizat jelas tidak akan bisa, bukti lainya adalah artefak dalam lingkup harian mereka terlihat sederhana.
Tapi mengapa pada Periode lain dalam peradaban lalu ada ditemukan peradaban yang lebih maju dari peradaban lalu yang lebih muda dari peradaban lalu yang lebih awal ini, dimana ada artefak mereka yang  ditemukan itu terbuat dari logam-logam bahkan ada kisah tentang mereka yang memiliki pesawat dan senjata pemusnah massal lengkap dengan pembuktian reruntuhannya dan bekas-bekas peperangan nuklirnya, sebuah pertanyaan lain, mengapa ada perbedaan yang besar tersebut seakan ada rentetan peradaban manusia pertama sangat maju, kemudian dilanjutkan peradaban tengah yang menurun tidak sangat canggih dibanding peradaban awal tersebut dan akhirnya peradaban sekarang (terakhir) ini juga menuju kekecanggihan peradaban awal tersebut.
Gambar rajah Tembok Besi Zulkarnain di Fergana yang kini telah pun dikorek oleh bangsa Yakjuj dan Makjuj
Lihatlah kisah Zulkarnain yang terdapat di dalam nash ini :
Zulkarnain menjawab: Saya tidak mengharapkan upah dari kamu. Nikmat dan pemberian Tuhanku adalah lebih berharga dari upah itu. Hanya kepadamu saya minta kaum pekerja dan alat-alatnya, besi, tembaga, arang batu dan kayu. Setelah semua itu terkumpul, Zulkarnain mulai bekerja dengan pertolongan para pekerja. Mula-mula dinyalakan api dengan kayu dan arang batu, diambilnya besi, lalu dihancurkannya dengan api itu. Kepada hancuran besi itu dituangkannya tembaga, sehingga menjadi satu dengan besi. Dengan bahan campuran inilah didirikannya dinding raksasa antara negeri yang meminta pertolongannya itu dengan negeri Yajuj dan Majuj, dinding besi raksasa yang tidak dapat ditembus dan dilubangi oleh sesiapa. Kepada bangsa itu Zulkarnain lalu berkata: Dinding ini adalah rahmat dari Tuhan kepadamu, hanya Tuhanlah yang dapat menembus dinding ini, bila dikehendakiNya. Zulkarnain adalah hamba Allah SWT yang diberi banyak ilmu, hikmah dan kekuasaan.
Kisah tersebut mungkin lebih cocok kepada Cyprus Agung dari pada Alexander Agung, keduanya adalah raja yang memiliki kekuasan besar pada peradaban lalu. Allah SWT memberi pengetahuan kepada Zulkarnain tentang cara membuat beton besi anti karat dan lebih kuat dari besi biasa, yang manusia modern jaman sekarang butuh banyak tahun buat mengembangkan besi ke pada besi anti karat. Entah zulkarnain diberi secara langsung oleh Allah SWT, atau belajar dari orang-orang suci lainnya saat pengembaraannya ke timur dan ke barat atau belajar dari negeri India atau bahkan dia pula yang memberi pengetahuan kepada orang India. Hal ini berhubungan tentang adanya sebuah batangan besi yang tertanam di India yang kandungan anti karatnya sangat-sangat bagus dan tahan lama sekali.
Bagaimana sekiranya anda membuat tembok besi yang panjang terbentang antara dua gunung dan setinggi bukit, tentu teman-teman Anda sedunia akan geleng-geleng kepala tidak percaya, memikirkan bagaimana cara membawa besi tersebut, berapa banyak bahannya, alat dan cara membakarnya, mengambilnya sebanyak itu dari tambangnya tanpa alat berat, memisahkan besi dari batu yang melengket dari besinya, dsb. Bila manusia modern sekarang, butuh berapa banyak pasukan/pekerja yang harus melakukan hal tersebut bila tanpa kendaraan dan alat berat. Dan ini adalah hasil dari manusia peradaban tengah yang diberi ilmu dan hikmah dari Allah SWT yang notabene peradaban tengah ini adalah peradaban yang tidak terlalu canggih, lalu capaian kecanggihan yang bagaimana peradaban awal itu datang, yang kisahnya mencakup peradaban Altantis, Lemuria, dan kerajaan Sri Rama Kuno dengan kemampuan membuat pesawat terbang serupa UFO (ada di dalam kisah di kitab Weda yang mereka bertempur di dekat bulan) dan senjata pemusnah massal. Penulis mencoba mencari jawabannya juga di dalam nash, tidak hanya dari kisah-kisah di dalam Weda.
Kembali ke pembahasan awal kita, Bila nabi Adam as adalah Bapak pertama umat manusia dan tubuhnya sangat tinggi dibandingkan manusia modern, pertanyaan lainnya akan timbul, bila halnya demikian, seandainya nabi Adam as adalah orang yang berwajah Arab, bukankah orang-orang di dunia sekarang harusnya berwajah ke-Arab-Arab-an semuanya sebagai anak keturunan dari manusia pertama tersebut namun mengapa di belahan bumi, di belahan benua-benua terdapat banyak ragam ras manusia tidak hanya Arab tapi yang terbagi dalam beberapa kelompok besar, yaitu :
  • -          Ras Negroid (Kulit Hitam)
  • -          Ras Kaukasoid (Kulit Putih)
  • -          Ras Mongoloid (Kulit Kuning)
  • -          Ras Australoid (orang Dravida, orang Asia Tenggara “Asli”, orang Papua, dan orang Australia)
  • -          Ras Khoisan (orang Bushmen atau Hottentot dari Afrika Selatan)
  • -          Ras Wedda (orang pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan)
  • -          Ras Ainu (orang pulau Hokkaido di Jepang)
-           
Ras Kaukasoid
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru. Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.
Ras Mongoloid
Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut “berkulit kuning”, namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.
Ras Negroid
Ras Negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah.
Ciri khas utama anggota ras negroid ini ialah kulit yang berwarna hitam dan rambut keriting. Meski begitu anggota ras Khoisan dan ras Australoid, meski berkulit hitam dan berambut keriting tidaklah termasuk ras manusia ini.
Ras Australoid
Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.
Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.
Ras Khosian
Ras Khoisan adalah ras manusia yang mendiami daerah barat daya Afrika, terutama di Namibia, Botswana dan Afrika Selatan. Meski jumlah anggota ras ini tinggal beberapa ratus ribu, ras ini adalah ras yang sangat menarik sebab dianggap ras tertua atau cabang pertama yang berpisah dari ras utama manusia lainnya.
Ras Campuran
Mongoloid+Kaukasoid=Mestis
Kaukasoid+Negroid=Mullat
Negroid+Mongoloid=Zambo
dan pula harusnya tinggi tubuh manusia-manusia modern adalah jauh lebih tinggi dari sekarang. Bila tidak ada jawabannya, teori Darwin manusia prasejarah dari kera ke manusia akan susah Anda gugurkan?
Penulis akan coba menjawan keseluruhan pertanyaan ini.
Cuplikan Sumber Literatur
Epos Mahabarata
Kisah ini menceritakan konflik hebat keturunan Pandu dan Dristarasta dalam memperebutkan takhta kerajaan. Menurut sumber yang saya dapatkan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal beribu tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa 30000-15000 tahun yang silam.
Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga meskipun akhirnya berperang di Kurukshetra. Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya.


3 Model Pesawat Purba dari kerajaan Rama Kuno yang memakai teknik anti gravitasi
Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir! Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air (perhatikan bahwa pesawatnya juga telah dapat mendarat di air bukan hanya di darat), lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh. seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, dan kekuatannya sangat dahsyat.

Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup wuuus..wuuus.. disertai dengan debu pasir. Burung-burung bercicit panik seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.
Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.
Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 antara Rama dan Rahwana lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke ketiga kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.
Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!
Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya? Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir? Sedangkan masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa prasejarah dimana peradaban Sumeria dianggap peradaban tertua didunia tidak ditemukan kemajuan semacam ini?
Namun selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno, dan bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.

Penelusuran fakta ilmiah
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju pada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki jaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami masa keemasan antara tahun 30.000 SM hingga 15.000 SM.
Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga pegunungan Andes di seberang Samudra Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah. Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 SM). Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami jaman keemasan dengan tujuh kota utamanya ‘Seven Rishi City’ yg salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, (bayangkan pesawat yang bisa mendarat di air) lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, lalu dalam sekejap bumi bergetar hebat, asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala, dalam detik itu juga akibat kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua apa saja yang ada disitu.
Yang membuat orang tidak habis pikir, sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan Arjuna dengan Weimana-nya itu?
Ada beberapa penelitian yang berusaha menguak tabir misteri kehidupan manusia di masa lampau ini. Tentang bagaimana kehidupan sosial hingga kemajuan ilmu dan teknologi mereka. Beberapa waktu belakangan banyak hasil penelitian yang mengejutkan. Dan dari berbagai sumber yang telah saya pelajari, secara umum penggambaran melalui berbagai macam teori dan penelitian mengenai subyek ini telah pula memberikan beberapa bahan kajian yang menarik, antara lain adalah:
  • Permulaan sebelum dua milyar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini teryata telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang demikian maju namun akhirnya menuju pada sebuah kebinasaan? Dan penyebab kebinasaan itu adalah tiada lain akibat peperangan yang pernah terjadi.
  • Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang bersamaan (30.000-15.000 SM). Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir. Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).
Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), sesuai naskah Plato. Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi’s City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo. Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata nuklir.

Reruntuhan peradaban Mohenjo-Daroo
Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat ledakan Thermonuklir skala besar. Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan bentuk dari ‘wahana terbang’ yang disebut ‘Vimana’ yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini. Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.

Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India, para arkeolog menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 °C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan didalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.
Bukti ilmiah peradaban Veda. Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil maupun artefak. Alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun.

Dari berbagai belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human Race, Human Devolution: A Vedic alternative to Darwin’s Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang lebih rendah.

Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya merupakan suatu peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.
Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4.320.000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.

Perang Bharatayuda. Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin menentukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
* Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM.
* Bhishma pulang ke dunia rohani sekitar 17 Januari 3066 SM.
* Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM.
* Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM.
* Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM.
Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.
* Kota kuno Dvaraka. Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan “marine archaeology” dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.
* Sungai Sarasvati. Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang telah mengering, namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air di wilayah Pakistan yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.

Adam’s Bridge (jembatan Adam)

Jembatan Adam, juga disebut Rama Setu berarti "Jembatan Rama", adalah rantai batu kapur antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Menurut kepercayaan Hindu, jembatan ini dibangun oleh Rama, inkarnasi Dewa Wisnu, untuk menyelamatkan Sinta yang diculik ke Alengka oleh Rahwana, seperti yang ditulis dalam kisah Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu
Adam’s Bridge (jembatan Adam)
Peta pertama yang menyebut daerah ini Jembatan Adam (Adam's bridge) dibuat oleh pembuat peta dari Inggris pada tahun 1804, merujuk kepada legenda Islam, yang menyatakan bahwa Nabi Adam menggunakan jembatan untuk mencapai Puncak Adam di Sri Lanka, dimana ia berdiri bertobat dengan satu kaki selama 1.000 tahun , meninggalkan tanda berupa lubang besar menyerupai tapak kaki. Baik puncak maupun jembatan diberi nama menurut legenda ini
Jembatan Alengka. Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) sepanjang 30 Km, dengan lebar sekitar 100 m, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1.750.000 tahun. Angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.
Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut) dengan lebar hampir 100 m.
Tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo, Republik Gabon.

(Reaktor Purba bisa terjadi secara alami dan bisa pula tidak)
Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam menangani masalah limbah nuklir, manusia jaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua milyar tahun yang lalu setelah adanya bukti data geologi dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini. Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno, yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang cara menangani limbah nuklir.
Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia. Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya.

Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun. Kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran.
Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000 SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi jaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke jaman primitif. Masa primitif ini berakhir dengan munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
Lagi-lagi perang dan haus kekuasaanlah yang mengakibatkan manusia menjadi terpuruk. Dan hal ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran bahwa mengapa manusia jaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini?
Saudaraku, sebagai manusia sekarang, jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang tentu kita pun tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip? Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam sebagai upaya tidak mengulangi kesalahan fatal yang pernah dilakukan.
Dari hasil investigasi, banyak temuan berharga indikator kehidupan makhluk 15.000 tahun lalu. Selain tembikar, ada bongkahan batu besar yang diduga benteng dan dinding istana di Mahendra Jaro. Batuan dipenuhi ornamen indah, lonceng kuil dari tembaga, jangkar kapal, pot bunga dari keramik, serta uang emas dan tembaga. Penemuan logam ini memperlihatkan kepada kita, peradaban 30.000 – 15.000 tahun lalu sudah tinggi. Tak heran temuan ini mengindikasikan penggunaan pesawat seperti berbentuk UFO dan senjata pemusnah massal di perang itu. Dari penemuan-penemuan itu, Dr. Michael Creko membukukan laporan dalam 3 buku yang dicetak tahun 2006. Beberapa diantaranya ; Forbidden Archaelogis, The Hidden History of Human Race, dan Human Devolution, yang isinya menentang teori Darwin, tentang evolusi manusia. Dr. Rao dari hasil karyanya memperoleh penghargaan “The World Ship Trust Award” dari PBB atas penemuan siklus kehidupan manusia yang memutus teori Darwin.

0 komentar:

Posting Komentar