Pages

Senin, 24 November 2014

SAHABAT RASULULLAH

Malam yang sangat bagus ini, bahkan lebih bagus dari malam seribu bulan sangatlah sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Banyak amalan-amalan yang bisa dikerjakan unuk mendapatkan berkah malam lailatul qadar ini. Tentang tanda-tanda datangnya malam yang sangat mulia ini, kamu bisa baca postinganku terdahulu di sini. Biar lebih greget, kamu juga bisa baca tentang karomah seorang Syekh yang mampu mendeteksi datangnya malam lailatul qadar. Untuk kesempatan ini, aku akan share bagaimana cara para sahabat nabi terdahulu untuk meraih lailatul qadar.
  1. Umar bin khattab ra memiliki cara sendiri untuk meraih kemuliaan lailatul qadar. Biasanya setelah sholat isya', ia akan pulang ke rumahnya dan mengerjakan sholat sepanjang malam hingga terdengar adzan subuh.

    ilustrasi sahabat nabi. Source : www.darulhadits.com
  2. Usman bin Affan ra biasanya menyambut lailatul qadar dengan ibadah sepanjang malam. Setelah puasa pada siang harinya, Usman menghabiskan malam dengan sholat. Ia tidur sebentar, yaitu pada sebagian awal malam. Di setiap rakaatnya, Usman mengkhatamkan seluruh Al-qur'an.
  3. Syaddad ra, seorang sahabat, dikisahkan biasa berbaring tanpa tidur sepanjang malam sambil miring ke kanan dan ke kiri sampai waktu fajar, kemudian berkata, "Ya Allah ketakutan terhadap neraka jahanam telah mengusir kantukku".
  4. Said bin Musayyab dikisahkan, selama 50 tahun selalu sholat isya' dan sholat fajar dengan wudhu yang sama.
  5. Pemburu lailatul qadar lainnya adalah Shilah bin Ashyim. Ia biasa menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah hingga subuh. Dan setelah matahari terbit, ia berdoa, "Ya Allah, hamba tak pantas meminta surga kepada-MU, tetapi hamba hanya memohon kepada-Mu agar menyelamatkan hamba dari jahanam."
  6. Qatadah biasa menghatamkan Al-Qur'an setiap tiga malam pada bulan ramadhan, tetapi pada sepuluh malam terakhir, ia mengkhatamkan seluruh Al-Qur'an setiap malam.
  7. Imam Abu Hanifah terkenal selama 40 tahun telah melakukan sholat isya' dan fajar dengan wudhu yang sama. Apabila teman-temannya bertanya bagaimana ia memperoleh keutamaan untuk melakukannya, ia menjawab, "ini karena doa khusus yang aku mohonkan kepada Allah SWT melalui Ismul Azham." Abu Hanifah hanya tidur sejenak pada siang hari. Abu Hanifah berkata, "Hadist yang menganjurkan agar melakukannya." Yaitu tidurnya semata-mata mengikuti sunnah. Sang imam pun sering menangis sedemikian rupa saat membaca Al-Qur'an, sehingga para tetangganya merasa kasihan kepadanya. Suatu ketika ia menangis sepanjang malam sambil membaca Al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 46.
  8. Sedangkan Imam syafii biasa mengkhatamkan Al-qur'an enam puluh kali selama bulan ramadhan dalam shalat. Semua amal itu ditunaikan tanpa beban sedikitpun.
Demikianlah ikhtiar atau usaha para sahabat nabi terdahulu untuk meraih malam lailatul qadar, semoga kita juga bisa meneladaninya agar mendapatkan keberkahan pula di malam lailatul qadar.

0 komentar:

Posting Komentar