Pages

Jumat, 28 November 2014

AYAH YANG MENANGKAP PEMBUNUH ANAKNYA SENDIRI

Kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya memang tak ada batasnya. Itulah yang yang tercermin dari seorang pria asal Malaysia ini. Meski anaknya sudah tidak lagi berada didunia, tetapi rasa cinta terhadap anaknya tak pernah putus. Hal ini terbukti dengan kegigihannya dalam mencari dan menangkap pelaku pembunuh anaknya seorang diri.

Akibat geram terhadap ulah sekelompok perampok yang membunuh anaknya, pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini memutuskan untuk mencari dan menangkap sendiri ketua geng yang terlibat dalam kasus pembunuhan anaknya.
Kisah mengharukan ini berawal ketika anaknya, Muhammad Khairul Idzham (19) bersama lima temannya tengah asyik bersantai disebuah pondok di sekitaran danau Taman Tasik Ong Tai Kim. Sesaat sebelumnya terlihat sekelompok geng yang terdiri dari sekitar 20 pria dengan mengendarai sepeda yang menghampiri dua orang pria yang sedang berjalan di taman rekreasi itu dengan tujuan untuk merampok.

Ketika dua pria tersebut melarikan diri, kelompok bermotor itu mengalihkan sasaran kepada Muhammad Khairul dan kawan-kawannya.

Seperti yang dilansir thestar, kepala Polisi daerah Wangsa Maju, A. Asmadi Abdul Aziz mengatakan, kelompok yang terdiri dari 20 orang itu kemudian memaksa enam remaja tersebut menyerahkan ponsel serta barang berharga lainnya hingga perkelahian pun akhirnya pecah.

"Muhammad Khairul menolak mengikuti perintah geng itu sehingga menyebabkan perampok tersebut naik pitam dan memukulnya dengan benda tumpul".

"Ketika perkelahian terjadi, Muhammad Khairul terjatuh ke dalam danau. Salah seorang temannya mencoba menyelamatkan korban tetapi gagal."

A. Asmadi juga mengatakan, ayah korban bergegas kembali ke Setapak dan berbicara kepada teman-teman Khairul tentang tragedi itu.

"Salah seorang teman korban memberitahu bahwa mereka kenal dengan pemimpin geng itu."

"Pengusaha itu (ayah korban) kemudian menemukan dan menangkap seorang remaja pria serta menyerahkannya kepada polisi," katanya sambil menambahkan bahwa enam remaja berusia 13 sampai 16 tahun lainnya juga sudah ditangkap. Jelas A. Asmadi, polisi yang menangani kasus dan mendeteksi tujuh lagi remaja yang diduga memiliki kaitan dengan kasus tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar