Pages

Kamis, 25 September 2014

GUA DAN LARVA

Image via
Bila melihat secara langsung ulat atau belatung, sudah bisa ditebak apa yang pertama kali dirasakan oleh kebanyakan orang, yaitu merasa jijik atau sama sekali tidak suka karena kotor, mual, dan sebagainya. Itu disebabkan karena ulat atau belatung biasanya memang dekat dengan sesuatu yang kotor dan bau.

Namun, siapa sangka fenomena alam yang satu ini justru mengubah pandangan orang yang jijik atau benci bila melihat ulat, belatung, atau sejenisnya, menjadi kagum dan terpana akan keindahannya. Fenomena alam apa dan dimanakah itu?

Jawabannya tak lain adalah 'The Waitomo Glowworm Caves' (Gua Larva Berpijar Waitomo). Adalah sebuah gua bawah tanah yang terletak di Kota Waitomo, Selandia Baru. Di dalamnya dihuni oleh populasi besar larva-larva kecil berpijar yang menempel di langit-langit gua. Larva yang berpijar memancarkan cahaya hijau toska dan mengubah gua yang gelap gulita menjadi terang bercahaya layaknya langit malam di luar angkasa yang bertabur bintang.
Image via
Glowworm (Arachnocampa Luminosa) adalah sejenis larva yang bentuknya panjang berlendir yang tumbuh seukuran batang korek api mirip seperti ulat, belatung, atau cacing. Larva merupakan bayi atau masa kecil dari serangga. Serangga tentu beragam, setelah dewasa larva bisa berubah bentuk menjadi kumbang, lalat, nyamuk, kunang-kunang, kupu-kupu, dan sebagainya.

Ketika dewasa glowworm berubah bentuk menjadi agas/nyamuk jamur (fungus gnat). Bentuk larvanya masih terlihat dengan panjangnya tubuh nyamuk/agas jamur.
sumber: www.nature.com
sumber: Stuff
Larva jenis glowworm ini beda dari larva lain. Uniknya, mereka memiliki organ seperti ginjal yang dapat menghasilkan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan atau toska. Mereka mengeluarkan lendir benang-benang lengket untuk menangkap mangsanya, yang kemudian digulung sehingga hasil tangkapan dapat mereka makan. Cahaya yang mereka pancarkan itu bertujuan untuk memancing makanan mereka, yaitu serangga-serangga terbang kecil yang tertarik pada cahaya bersinar.

Gua Waitomo Glowworm pertama kali dieksplorasi pada tahun 1887 oleh Kepala Maori lokal Tane Tinorau bersama dengan surveyor Inggris Fred Mace. Orang Maori lokal mengetahui keberadaan gua, tapi gua-gua bawah tanah tidak pernah secara luas dieksplorasi hingga akhirnya Fred dan Tane pergi untuk menyelidiki. Mereka membuat rakit dan membawa lilin untuk masuk ke dalam gua bawah tanah yang dialiri sungai.
Image via
Ketika memasuki gua, cahaya terang di langit-langit gua menyambut mereka sehingga membuat mereka kagum seketika. Mereka merasa sangat gembira atas penemuan itu, berkali-kali mereka kembali ke gua itu untuk menjelajahinya.

Pada tahun 1889, Tane Tinorau membuka gua itu untuk wisatawan. Dengan biaya kecil dia bersama istrinya, Huti memandu para wisatawan ke dalam gua. Selanjutnya, pada tahun 1906 administrasi gua diambil alih oleh pemerintah. Mereka sekarang menerima persentase dari pendapatan gua dan terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan gua.
sumber: whenonearth.net

0 komentar:

Posting Komentar