Pages

Minggu, 22 Juni 2014

ISIS

Raut muka terlihat serius dengan kulit berwarna seperti buah zaitun dan bentuk wajah bulat. Lelaki dalam sebuah foto usang dilansir oleh pemerintah Irak. Dia dibalut busana serba hitam, gambarnya retak, kabur, layaknya sebuah foto diambil dari foto lain.
keepo.me-1402545913221-620x349_
Lelaki itu nampak sama seperti pria umumnya. Namun ternyata dia otak di balik kesuraman Irak di pekan ini. Dia Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin besar kelompok pemberontakan untuk negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS.
Majalah TIME menuliskannya sebagai orang paling berbahaya di dunia sementara koran Le Monde Prancis menyebutnya sebagai Usamah Bin Ladin baru. Dia lah yang memerintahkan pasukannya menduduki Kota Mosul, merangsek ke Tikrit, kota kelahiran mantan pemimpin Irak Saddam Hussein.
Kerusakan negara ini bahkan lebih parah dibanding zaman Saddam berkuasa. Namun kali ini Irak berhadapan dengan orang paling misterius dan belum banyak mengenalnya. Baghdadi tak pernah diketahui asal muasal. Pelbagai informasi soal dia pun sulit dibedakan fakta atau mitos, seperti dilansir surat kabar the Washington Post (12/6).


Satu fakta yang sudah pasti, dia memimpin ISIS. Menurut beberapa dokumen Baghdadi seorang ahli strategi perang yang cerdas, bisa mengumpulkan dana banyak, serta pembunuh kejam. Amerika Serikat memberikan hadiah Rp 118,3 miliar bagi mereka yang bisa menyerahkan lelaki itu dalam keadaan mati atau hidup. Hanya dalam setahun pengaruhnya mampu melampaui pemimpin besar Al-Qaidah, Ayman al-Zawahiri, termasuk pengaruh internasional, dan di kalangan ekstremis muslim sejagat.
“Dia pewaris Bin Ladin,” David Ignatius dari the Washington Post menuliskan. Baghdadi tersohor sebagai anti-Amerika, ganas, dan sangat berbeda dengan Zawahiri yang cenderung hati-hati,” ujar seorang pejabat intelijen Amerika tidak disebutkan namanya.
Kepala kontra-terorisme dari dinas intelijen luar negeri Inggris Richard Barrett mengatakan dia memahami mengapa Baghdadi jauh lebih dielukkan, ini lantaran Zawahiri bersembunyi terus di perbatasan Afghanistan-Pakistan, sementara Baghdadi melakukan aksi. Banyak anggota Al-Qaidah yang menginginkan tindakan dan bukan menghindar.
Namun dia melakukan ini dengan tetap merahasiakan identitasnya. Dia seorang jihadis yang tak nampak. Gambar dirinya tersebar saat Baghdadi tengah menjalani hukuman penjara pada 2005 di kamp Bucca, Irak Selatan. Di penjara itu justru dia mendapat tempaan dari pejuang kunci Al-Qaidah yang satu sel dengannya.
Baghdadi ditangkap oleh tentara Amerika dan dibui selama empat tahun lalu dibebaskan lantaran punya sikap baik. Negara Adidaya itu tak menyangka kini tawanan yang dipandang sebelah mata itu justru menjadi musuh baru nomor wahid bagi mereka.

0 komentar:

Posting Komentar